Telusuri
24 C
id
  • Lingkungan
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Infrastruktur
  • Parlemen
Oke Jabar
Telusuri
Oke Jabar
Beranda Baru Dibangun Belum Genap Setahun, Tanggul Irigasi Jatisari Jebol, 930 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen Baru Dibangun Belum Genap Setahun, Tanggul Irigasi Jatisari Jebol, 930 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Baru Dibangun Belum Genap Setahun, Tanggul Irigasi Jatisari Jebol, 930 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Admin
Admin
12 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Foto : Belum genap berusia satu tahun dibangun tanggul jebol. 


Okejabar.com - Karawang | Ancaman gagal panen mulai menghantui petani di lima desa di Kabupaten Karawang. Jebolnya tanggul irigasi di Dusun Bamburaki, Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatisari, membuat pasokan air untuk sekitar 930 hektare lahan persawahan terganggu.

Yang membuat petani semakin kecewa, tanggul tersebut disebut belum genap berusia satu tahun, namun sudah mengalami kerusakan dan menyebabkan aliran air irigasi tersendat.

Ketua Kelompok Tani Saluyu Desa Cicinde Selatan, Taufik, mengatakan kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena sejumlah wilayah saat ini tengah memasuki musim tanam. Tanaman padi yang baru ditanam sangat membutuhkan pasokan air secara rutin.

“Di Cicinde Utara bagian barat sedang musim nandur, sehingga sangat membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mengaliri sawah,” kata Taufik saat ditemui di lokasi tanggul jebol, Rabu (12/8/2026).

Menurut Taufik, tanggul mulai jebol pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Hingga kini, penyebab kerusakan belum diketahui secara pasti.

“Tidak jelas apa penyebabnya tanggul ini bisa jebol. Padahal usianya belum genap satu tahun,” tegasnya.

Petani Terpaksa Mengandalkan Pompa

Gangguan aliran irigasi membuat petani harus memutar otak agar tanaman padi yang baru ditanam tidak kekurangan air. Salah satu cara yang ditempuh adalah menggunakan pompa secara bergiliran.

Namun, kemampuan pompa tersebut sangat terbatas. Dalam sekali pengoperasian, pompa hanya mampu membantu mengairi sekitar 5 hingga 10 hektare sawah.

“Untuk memenuhi kebutuhan air, para petani menyiasatinya dengan menggunakan satelit secara bergiliran. Itu hanya mampu mengaliri sawah sebanyak 5 sampai 10 hektare,” ungkap Taufik.

Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan luas lahan yang membutuhkan pasokan air. Jika perbaikan tanggul tidak segera dituntaskan, petani khawatir persoalan akan semakin parah dan mengganggu seluruh rangkaian musim tanam.

Kekhawatiran petani bukan hanya persoalan tanaman kekurangan air dalam beberapa hari. Mereka takut kerusakan tanggul berlangsung lama hingga memasuki masa pertumbuhan tanaman dan akhirnya berdampak terhadap hasil produksi.

“Harapan kami dalam waktu dekat air dapat mengalir dan jangan sampai tersendat sampai akhir musim tanam atau panen. Untuk mekanisme perbaikan ke depan seperti apa, itu terserah,” ujar Taufik.

BBWS Turun Tangan, Perbaikan Dilakukan Sementara

Di tengah kekhawatiran petani, upaya perbaikan sementara mulai dilakukan. Petugas menggunakan karung berisi tanah untuk menahan aliran air dan membantu mengendalikan kebocoran pada bagian tanggul yang mengalami kerusakan.

“Alhamdulillah saat ini sedang dilakukan perbaikan dengan menggunakan karung yang diisi tanah,” kata Taufik.

Sementara itu, salah seorang petugas dari seksi Tarum BBWS yang berada di lokasi membenarkan adanya penanganan terhadap tanggul tersebut. Perbaikan sementara dilakukan menggunakan metode kisdam, dengan tujuan mempercepat penanganan agar aliran air dapat kembali normal.

“BBWS turun langsung melakukan upaya perbaikan. Tinggal menunggu kering plesteran,” ujarnya.

Petugas tersebut juga membenarkan bahwa usia pengerjaan tanggul belum genap satu tahun. Namun, ketika ditanya mengenai pihak yang mengerjakan proyek pembangunan tanggul tersebut, ia mengaku tidak mengetahuinya.

Petani Minta Jangan Sekadar Ditambal

Bagi petani, perbaikan sementara memang penting untuk mengembalikan aliran air secepat mungkin. Namun, persoalan mendasar mengenai mengapa tanggul yang relatif baru bisa jebol juga perlu mendapat perhatian serius.

Petani berharap perbaikan tidak berhenti pada penanganan darurat. Mereka membutuhkan kepastian bahwa tanggul mampu bertahan hingga musim tanam dan musim panen selesai.

Sebab, apabila aliran air kembali terganggu, dampaknya bukan hanya pada satu atau dua petak sawah. Sekitar 930 hektare lahan pertanian bergantung pada kelancaran jaringan irigasi tersebut.

Bagi petani, persoalan ini sederhana tetapi sangat menentukan: tanpa air, tanaman padi tidak akan bertahan.

Karena itu, mereka mendesak agar perbaikan dilakukan secara serius, transparan, dan memastikan kualitas konstruksi benar-benar mampu menunjang kebutuhan irigasi dalam jangka panjang.


• AdeR

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

FORKOPIMDA Diminta Netral, Laskar Agung Arya Mandalika: "Pastikan Hak Beribadah & Berpendapat Semua Pihak Terlindungi"

Admin- Oktober 19, 2026 0
FORKOPIMDA Diminta Netral, Laskar Agung Arya Mandalika: "Pastikan Hak Beribadah & Berpendapat Semua Pihak Terlindungi"
Foto :  Rd. Nalendra Candra Mandalika, Ketua Umum Laskar Agung Arya Mandalika Okejabar.com - Karawang | Polemik surat penolakan terhadap rencana ceramah Habib …

Halaman

  • Beranda

Most Popular

Polisi Kawal Jalur Logistik MotoGP Dari Pelabuhan Lembar ke Mandalika

Polisi Kawal Jalur Logistik MotoGP Dari Pelabuhan Lembar ke Mandalika

Oktober 04, 2026
Pertama di Indonesia, BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI, Edukasi Umrah Lewat Film di Bioskop

Pertama di Indonesia, BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI, Edukasi Umrah Lewat Film di Bioskop

Oktober 12, 2026
Ratusan Warga Demo di Purwakarta, Tolak GKPS Cikopo, Dugaan Proses Izin Tidak Sesuai Aturan

Ratusan Warga Demo di Purwakarta, Tolak GKPS Cikopo, Dugaan Proses Izin Tidak Sesuai Aturan

Oktober 09, 2026

Editor Post

Taman Mandar Tempuran Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Usung Wisata Edukasi Alam

Taman Mandar Tempuran Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Usung Wisata Edukasi Alam

Maret 26, 2026
Masa Pendukung  H. Arman Sukarna Membludak Turut Mengantarkan Daftar Sebagai Calon Kepala Desa Bojongmangu

Masa Pendukung H. Arman Sukarna Membludak Turut Mengantarkan Daftar Sebagai Calon Kepala Desa Bojongmangu

Agustus 07, 2026
Antusias, Ribuan Pendukung   H. Arman Sukarna Calon Kepala Desa Bojongmangu, Mengikuti Kompanye Keliling Wilayah Desa Bojongmangu

Antusias, Ribuan Pendukung H. Arman Sukarna Calon Kepala Desa Bojongmangu, Mengikuti Kompanye Keliling Wilayah Desa Bojongmangu

September 15, 2026

Popular Post

Polisi Kawal Jalur Logistik MotoGP Dari Pelabuhan Lembar ke Mandalika

Polisi Kawal Jalur Logistik MotoGP Dari Pelabuhan Lembar ke Mandalika

Oktober 04, 2026
Pertama di Indonesia, BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI, Edukasi Umrah Lewat Film di Bioskop

Pertama di Indonesia, BB Tour & Travel Karawang Raih Rekor MURI, Edukasi Umrah Lewat Film di Bioskop

Oktober 12, 2026
Ratusan Warga Demo di Purwakarta, Tolak GKPS Cikopo, Dugaan Proses Izin Tidak Sesuai Aturan

Ratusan Warga Demo di Purwakarta, Tolak GKPS Cikopo, Dugaan Proses Izin Tidak Sesuai Aturan

Oktober 09, 2026

Populart Categoris

Oke Jabar

About Us

Okejabar.com adalah portal berita nomor satu di Kabupaten Karawang. Menyajikan informasi daerah menjadi mendunia. .

Contact us: WA: 081223185317

Follow Us

© Newspaper by Mustafid
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Advertisement
  • Pedoman Media Suber