Konsolidasi PADI di Cimahi, DPP Jabar Tawarkan Kolaborasi Modal Usaha Tanpa Jaminan untuk Pengusaha Karawang
![]() |
| Pengurus DPS PADI Karawang saat berdiskusi dengan Sekretaris DPP PADI Jawa Barat. |
CIMAHI – Konsolidasi internal Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) berlangsung hangat di RM Pasar Dahareun, Baros, Kota Cimahi, Sabtu (14/2/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan jajaran pengurus DPD PADI Kabupaten Karawang dengan pimpinan wilayah Jawa Barat.
Hadir dalam agenda tersebut Ketua DPD PADI Karawang Sudarma, Sekretaris H. Hermawan, Ketua Dewan Pembina Iwan Herma, serta Ketua DPP PADI Jawa Barat, Eko. Turut hadir pula H. Dedi, pengusaha lokal Karawang yang memimpin PT PUTSAL.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi organisasi, tetapi juga membahas penguatan struktur partai sekaligus peluang kolaborasi ekonomi berbasis kader dan pengusaha lokal.
Politik Berbasis Kepercayaan
Ketua DPP PADI Jawa Barat, Eko, menegaskan bahwa membangun partai harus sejalan dengan membangun kesejahteraan kader dan mitra strategisnya.
“Kami mengapresiasi kehadiran rekan-rekan dari Karawang. Anggaran pengembangan dari pusat cukup besar dan sangat mencukupi untuk menjadi modal kerja sama dengan pengusaha lokal demi membesarkan PADI di Karawang,” ujarnya.
Menurut Eko, dukungan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PADI dapat diarahkan untuk memperkuat ekonomi kader melalui skema kerja sama modal usaha.
Tanpa Jaminan Surat Berharga
Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah skema kerja sama yang tidak mensyaratkan jaminan surat berharga.
“Tidak perlu jaminan surat berharga,” tegas Eko.
Ia menjelaskan, verifikasi faktual terhadap rekam jejak dan legalitas perusahaan dinilai lebih penting dibandingkan jaminan fisik. Jika tim verifikasi DPN menyatakan layak dan kesepakatan tercapai, maka kerja sama dapat dijalankan.
Pendekatan ini disebut sebagai upaya mendobrak sekat birokrasi yang kerap menyulitkan pengusaha lokal dalam mengakses permodalan.
Dukungan Pengusaha Lokal
H. Dedi menyambut positif tawaran tersebut. Sebagai pengusaha di bidang kontraktor dan pengadaan barang/jasa, ia menilai PADI dapat menjadi mitra strategis dalam penguatan ekonomi daerah.
Ia mengungkapkan perusahaannya tengah membidik sejumlah proyek, termasuk pembangunan 100 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan nilai mencapai Rp100,6 miliar serta proyek pipanisasi di kawasan industri Karawang.
“Prinsipnya, saya siap bergabung dan berkontribusi membesarkan PADI di Karawang, asalkan ada dukungan nyata bagi pengusaha lokal melalui modal usaha tersebut,” katanya.
Konsolidasi di Cimahi ini menjadi sinyal bahwa PADI Jawa Barat tengah mendorong model penguatan partai berbasis kolaborasi ekonomi. Tidak hanya fokus pada agenda politik elektoral, tetapi juga memperkuat kemandirian kader melalui sinergi dengan pelaku usaha di daerah.
Editor: Ahmad Hasan S.

Posting Komentar