Anak SD Tenggelam di Irigasi Rengasdengklok, Hampir 4 Jam Pencarian Belum Maksimal
![]() |
| Ilustrasi anak tenggelam. (AI) |
Okejabar.com - Karawang | Peristiwa tragis menimpa seorang anak sekolah dasar (SD) berusia sekitar 9 tahun yang dilaporkan tenggelam di aliran irigasi kawasan Jembatan KW 15 Cikangkung Kemiri, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jumat (26/6/2026).
Hingga hampir empat jam setelah kejadian, korban belum berhasil ditemukan. Lambatnya penanganan di lokasi memicu sorotan warga yang menilai respons dari pihak terkait, baik Tim SAR maupun pemerintah setempat, belum terlihat maksimal.
Berdasarkan keterangan seorang tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar lokasi, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, dua anak laki-laki berinisial A dan B diduga sedang mandi atau berenang di aliran irigasi.
Nahas, salah satu anak berhasil menyelamatkan diri, sementara rekannya terseret arus dan tenggelam. Hingga berita ini ditulis, korban masih dalam pencarian.
Suasana di sekitar lokasi dipenuhi ratusan warga yang memadati bantaran irigasi untuk menyaksikan proses pencarian. Namun, minimnya koordinasi dan belum tampaknya kehadiran unsur pemerintah desa maupun kecamatan di lokasi menuai kekecewaan dari masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku prihatin atas lambatnya respons para pemangku kepentingan dalam menangani peristiwa yang menyangkut keselamatan jiwa.
"Ini menyangkut nyawa manusia, bukan urusan sepele. Masyarakat sudah berkerumun di pinggir irigasi, seharusnya ada petugas yang mengatur situasi dan mempercepat penanganan. Tapi sampai sekarang kami belum melihat kejelasan kehadiran maupun koordinasi dari pemerintah desa maupun pihak kecamatan," ujarnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, warga bersama sejumlah relawan masih berupaya melakukan pencarian secara manual dengan peralatan seadanya. Kondisi yang mulai gelap dikhawatirkan akan semakin menyulitkan proses evakuasi.
Masyarakat berharap instansi terkait, seperti Basarnas, BPBD Kabupaten Karawang, aparat kepolisian, pemerintah desa, hingga pihak Kecamatan Rengasdengklok segera turun langsung ke lokasi untuk mengoptimalkan proses pencarian sekaligus mengamankan area dari membludaknya warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan pencarian maupun langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan. Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
• Surya

Posting Komentar