Mediasi Gagal, Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Nenek 65 Tahun di Karawang Dilaporkan ke Polisi
![]() |
| Foto : Sutinah (65) |
Okejabar.com - Karawang | Seorang nenek lanjut usia bernama Sutinah (65), warga Desa Jatisari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, diduga menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan seorang perempuan muda berinisial IK. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian tangan dan sakit pada punggung.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 11 Mei 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, di dekat rumah korban.
Saat melaporkan kasus tersebut ke Polres Karawang, Kamis (4/6/2026), Sutinah mengaku awalnya hanya menegur terduga pelaku agar berhati-hati ketika berjalan bolak-balik di dekat dirinya.
“Saya cuma bilang hati-hati, takut nabrak saya. Tapi dia malah marah, berkata kasar, lalu ngajak berkelahi,” ujar Sutinah kepada wartawan.
Korban mengaku tidak menanggapi ucapan tersebut karena saat itu kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Namun, terduga pelaku diduga tetap melakukan tindakan kekerasan hingga korban terjatuh.
“Waktu itu saya lagi pusing dan batuk. Setelah didorong sampai jatuh, kepala saya terasa sangat pusing dan saya sempat tidak ingat apa-apa,” katanya.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka cukup serius hingga didiagnosis mengalami patah tulang pada bagian tangan.
Anak korban, Wati, mengatakan pihak keluarga sebenarnya telah mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan melalui musyawarah di Kantor Desa Jatisari. Namun, upaya damai itu tidak membuahkan hasil lantaran terduga pelaku disebut tidak pernah hadir.
“Sudah pernah dimediasi di kantor desa, tapi pelaku tidak datang. Sampai sekarang juga belum ada permintaan maaf,” ungkap Wati.
Karena tidak adanya itikad baik, pihak keluarga akhirnya memilih menempuh jalur hukum dan meminta aparat kepolisian segera bertindak.
“Kami berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami minta polisi segera menangkap pelaku,” tegasnya.
Kepala Desa Jatisari, H. Casmita, membenarkan adanya dugaan tindak kekerasan tersebut. Pemerintah desa, kata dia, sempat berupaya melakukan mediasi, namun tidak mendapat respons positif dari pihak terduga pelaku.
“Memang sudah ada upaya musyawarah dari pemerintah desa, tapi pelaku sulit diajak menyelesaikan secara baik-baik. Akhirnya korban memilih melapor ke polisi,” ujar Casmita.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Polres Karawang masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait laporan tersebut.
• np

Posting Komentar