Laila Afrilia Jadi Korban Dugaan Penipuan Berkedok Janji Bisa Diterima Bekerja di RSUD Rengasdengklok
![]() |
| Foto : Korban dugaan penipuan tenaga kerja bernama Laila saat mengadu ke LBH Arya Mandalika (NP) |
Okejabar.com - Karawang | Seorang warga Dusun Kobak Gabus, Desa Karya Bakti, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, bernama Laila Afrilia Riyadi mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok janji bisa diterima bekerja di RSUD Rengasdengklok, Kabupaten Karawang.
Menurut pengakuan Laila, peristiwa itu bermula saat dirinya ditawari oleh seorang oknum berinisial AG yang mengaku dapat membantu memasukkan dirinya bekerja di RSUD Rengasdengklok melalui jalur khusus.
Laila mengatakan, sebagai bentuk keseriusan, ia diminta menyerahkan berkas lamaran kerja. Setelah berkas diserahkan, oknum tersebut kemudian meminta uang sebesar Rp15 juta dengan alasan untuk memperlancar proses administrasi penerimaan kerja.
"Awalnya saya ditawarin oleh Pak AG untuk melamar di RSUD. Lalu Pak AG menyuruh saya menyerahkan berkas lamaran sebagai bentuk keseriusan saya mau kerja di RSUD Rengasdengklok," ujar Laila saat di wawancarai di kantor LBH Arya Mandalika, Selasa (28/7).
Tak lama setelah itu, kata Laila, dirinya diminta menyerahkan uang sebesar Rp15 juta. Penyerahan uang tersebut, menurutnya, disertai dengan kwitansi sebagai bukti transaksi.
"Kwitansi penyerahan uangnya dari kami ke Pak AG juga ada. Di kwitansi juga tertera nilai uangnya sebesar Rp15 juta," ungkapnya.
Namun hingga saat ini, Laila mengaku belum juga diterima bekerja di RSUD Rengasdengklok. Ia pun berharap uang yang telah diserahkannya dapat dikembalikan secara utuh apabila dirinya memang tidak diterima bekerja.
"Kalaupun saya tidak keterima masuk kerja di RSUD Rengasdengklok, saya hanya berharap uang sebesar Rp15 juta milik saya bisa dikembalikan utuh," harapnya.
"Saya juga sudah beberapa kali menagih dan menanyakan uang tersebut ke pak AG, namun selalu memberikan janji dan janji terus. Sedangkan kami sangat membutuhkan sekali uang itu. Uang itu hasil tabungan ibu saya selama beberapa tahun dari berdagang. Kami mohon, pak AG segera mengembalikan uangnya, " Pungkasnya.
Saat hal tersebut dikonfirmasikan kepada AG melalui telpon selulernya, AG tidak membantah telah menerima uang sebesar Rp 15 juta yang sesuai tertera di kwitansi dari calon tenaga kerja bernama Laila.
Namun AG membantah telah mempergunakan uang tersebut sendiri, menurutnya ada beberapa orang juga yang ikut menikmati uang tersebut.
"Memang benar saya yang menerima uang tersebut dari Laila sebesar Rp 15 juta, namun tentunya uang itu bukan buat saya sendiri, ada beberapa orang juga yang ikut menikmati uang tersebut. Tapi udahlah, ini menjadi tanggung jawab saya sendiri, dan uang itu dalam waktu dekat akan saya kembalikan kepada Laila," ujar AG kepada media ini, Selasa (28/7) malam.
• NP

Posting Komentar