Telusuri
24 C
id
  • Lingkungan
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Infrastruktur
  • Parlemen
Oke Jabar
Telusuri
Oke Jabar
Beranda 140 Calon Pengantin di Bandung Diduga Jadi Korban WO, Rp2,4 Miliar Raib Jelang Hari Bahagia 140 Calon Pengantin di Bandung Diduga Jadi Korban WO, Rp2,4 Miliar Raib Jelang Hari Bahagia

140 Calon Pengantin di Bandung Diduga Jadi Korban WO, Rp2,4 Miliar Raib Jelang Hari Bahagia

Oke Jabar
Oke Jabar
06 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Ilustrasi AI

Okejabar.com - Kabupaten Bandung | Impian puluhan pasangan untuk melangsungkan pernikahan berubah menjadi kepanikan setelah sebuah wedding organizer (WO) di Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, diduga melakukan penipuan terhadap ratusan kliennya. 

Hingga Minggu (7/6/2026), jumlah korban yang terdata mencapai sekitar 140 orang dengan total kerugian ditaksir menembus Rp2,4 miliar.

Kasus ini sontak menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut kerugian finansial dalam jumlah besar, tetapi juga menghancurkan persiapan momen sakral yang telah dirancang jauh hari oleh para calon pengantin.

Salah satu korban, Sunsun Nugraha, mengaku pernikahannya dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026. Namun kini, acara yang telah dipersiapkan berbulan-bulan itu terancam gagal setelah pihak WO diduga tidak mampu memenuhi layanan yang telah dibayarkan.

“Kami sudah bayar, sudah percaya penuh, tapi mendekati hari H justru sulit dihubungi. Sekarang kami bingung harus bagaimana,” ungkapnya.

Merasa banyak korban mengalami nasib serupa, Sunsun kemudian menginisiasi forum komunikasi korban pada Jumat (5/6/2026). 

Forum tersebut dibentuk untuk mendata korban sekaligus menyatukan langkah menghadapi persoalan yang kian meluas.

Dari hasil pendataan sementara, tercatat sekitar 140 korban dengan estimasi kerugian mencapai Rp2,4 miliar. Angka itu diperkirakan masih akan bertambah karena laporan baru terus bermunculan.

Sebagian besar korban mengaku telah melakukan pembayaran bertahap hingga pelunasan sejak jauh hari demi mengamankan jadwal acara dan vendor. 

Dalam praktik industri wedding organizer, pola pembayaran seperti itu memang lazim dilakukan. Namun justru celah itulah yang diduga dimanfaatkan.

Masalah mulai tercium ketika sejumlah klien mengaku kesulitan menghubungi pihak penyelenggara. Kepastian mengenai dekorasi, katering, rias pengantin, dokumentasi, hingga teknis acara mendadak menghilang tanpa penjelasan yang jelas.

Beberapa korban bahkan disebut telah melunasi biaya hingga puluhan juta rupiah per pasangan. Ironisnya, sebagian dari mereka kini harus mencari vendor pengganti dalam waktu yang sangat sempit dengan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Kasus ini memperlihatkan lemahnya perlindungan konsumen dalam industri jasa pernikahan yang selama ini tumbuh pesat namun minim pengawasan. 

Banyak calon pengantin terjebak pada promosi meyakinkan di media sosial tanpa benar-benar mengetahui kondisi internal perusahaan penyedia jasa.

Di tengah tekanan waktu menuju hari pernikahan, para korban kini tidak hanya kehilangan uang, tetapi juga menghadapi tekanan mental yang berat. Bagi pasangan yang telah menyebarkan undangan, memesan gedung, hingga mengatur kehadiran keluarga besar, ketidakpastian ini menjadi pukulan serius.

“Ini bukan sekadar soal uang. Ini soal momen hidup yang tidak bisa diulang,” kata salah seorang korban lainnya.

Hingga kini, para korban berharap pihak yang diduga bertanggung jawab segera memberikan klarifikasi dan menunjukkan itikad baik terkait dana yang telah dibayarkan. 

Namun di sisi lain, sebagian korban mulai mempertimbangkan langkah hukum agar kasus ini mendapat kepastian serta perlindungan hukum yang jelas.

Jika jumlah korban dan nilai kerugian tersebut terbukti, kasus ini berpotensi menjadi salah satu dugaan penipuan wedding organizer terbesar yang pernah mencuat di wilayah Bandung Raya.

Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih vendor pernikahan. 

Di tengah maraknya bisnis jasa berbasis media sosial, transparansi, legalitas usaha, dan rekam jejak perusahaan seharusnya menjadi perhatian utama sebelum melakukan pembayaran dalam jumlah besar.

Pengamat perlindungan konsumen menilai pemerintah daerah dan aparat terkait perlu memperkuat pengawasan terhadap usaha jasa event organizer dan wedding organizer, termasuk memastikan legalitas, transparansi transaksi, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat.

Sebab tanpa pengawasan yang memadai, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus berulang dengan korban yang semakin banyak.


• np

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Bisnis Pinjol Ilegal Digulung, Kejari Tangsel Sita Rp14,2 Miliar dan Setorkan ke Kas Negara

Oke Jabar- Juli 22, 2026 0
Bisnis Pinjol Ilegal Digulung, Kejari Tangsel Sita Rp14,2 Miliar dan Setorkan ke Kas Negara
Foto :  Aset senilai lebih dari Rp14,2 miliar dirampas dari tiga terpidana, yakni Andika Bagaskara, Aziiz Dandy Setiawan, dan Indra Jaya , yang telah dinyat…

Halaman

  • Beranda

Most Popular

Warga Sukabungah Keluhkan Bau Limbah Pembakaran Sampah dan Kawatir  Mengganggu Pada Kesehatan

Warga Sukabungah Keluhkan Bau Limbah Pembakaran Sampah dan Kawatir Mengganggu Pada Kesehatan

Juli 19, 2026
Kepala SMPN 1 Rengasdengklok Tegaskan Sumbangan Bersifat Sukarela, Pendidikan Berkualitas Jadi Prioritas

Kepala SMPN 1 Rengasdengklok Tegaskan Sumbangan Bersifat Sukarela, Pendidikan Berkualitas Jadi Prioritas

Juli 18, 2026
Hadiri Pelantikan AMPETRA Jabar, Gus Imam Tekankan Percepatan WPR dan IPR Demi Kesejahteraan Penambang

Hadiri Pelantikan AMPETRA Jabar, Gus Imam Tekankan Percepatan WPR dan IPR Demi Kesejahteraan Penambang

Juli 19, 2026

Editor Post

Taman Mandar Tempuran Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Usung Wisata Edukasi Alam

Taman Mandar Tempuran Jadi Destinasi Favorit Keluarga, Usung Wisata Edukasi Alam

Maret 26, 2026
Wakil Gubernur Resmi Buka Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026

Wakil Gubernur Resmi Buka Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026

Januari 13, 2026
Warga Sukabungah Keluhkan Bau Limbah Pembakaran Sampah dan Kawatir  Mengganggu Pada Kesehatan

Warga Sukabungah Keluhkan Bau Limbah Pembakaran Sampah dan Kawatir Mengganggu Pada Kesehatan

Juli 19, 2026

Popular Post

Warga Sukabungah Keluhkan Bau Limbah Pembakaran Sampah dan Kawatir  Mengganggu Pada Kesehatan

Warga Sukabungah Keluhkan Bau Limbah Pembakaran Sampah dan Kawatir Mengganggu Pada Kesehatan

Juli 19, 2026
Kepala SMPN 1 Rengasdengklok Tegaskan Sumbangan Bersifat Sukarela, Pendidikan Berkualitas Jadi Prioritas

Kepala SMPN 1 Rengasdengklok Tegaskan Sumbangan Bersifat Sukarela, Pendidikan Berkualitas Jadi Prioritas

Juli 18, 2026
Hadiri Pelantikan AMPETRA Jabar, Gus Imam Tekankan Percepatan WPR dan IPR Demi Kesejahteraan Penambang

Hadiri Pelantikan AMPETRA Jabar, Gus Imam Tekankan Percepatan WPR dan IPR Demi Kesejahteraan Penambang

Juli 19, 2026

Populart Categoris

Oke Jabar

About Us

Okejabar.com adalah portal berita nomor satu di Kabupaten Karawang. Menyajikan informasi daerah menjadi mendunia. .

Contact us: WA: 081223185317

Follow Us

© Newspaper by Mustafid
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Advertisement
  • Pedoman Media Suber