DIKPI Inisiasi Pembentukan APTKI, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Pengembang Ilmu Kepolisian
![]() |
| Foto : Kunjungan dan silaturahmi DIKPI ke Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI), Kamis (30/7/2026). |
Okejabar.com - Jakarta | Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI) mengambil langkah strategis dalam memperkuat pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia melalui inisiasi pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia (APTKI). Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan dan silaturahmi DIKPI ke Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI), Kamis (30/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung KWJ Universitas Indonesia itu dipimpin langsung Ketua Umum DIKPI, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh. Ia didampingi Sekretaris Jenderal DIKPI, Komisaris Besar Polisi Dr. Susilo Edy.
Dari pihak Universitas Indonesia hadir Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Prof. Dr. Supriatna, Wakil Direktur I Prof. Yon Mahmudi, Wakil Direktur II Dr. Reza Rustam, serta Ketua Program Studi Magister Kajian Ilmu Kepolisian Dr. Basir. Sementara STIK-PTIK Polri diwakili Ketua Program Doktor Ilmu Kepolisian, Komisaris Besar Polisi Dr. Benny Saragih.
Dalam pertemuan tersebut, Dedy Tabrani menegaskan bahwa pembentukan APTKI merupakan langkah strategis untuk membangun jejaring akademik yang lebih kuat di antara perguruan tinggi penyelenggara kajian ilmu kepolisian.
Menurutnya, tantangan keamanan yang semakin kompleks membutuhkan penguatan fondasi keilmuan melalui kolaborasi lintas institusi.
"Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia. Dengan menyatukan berbagai potensi yang ada, kita dapat membangun ekosistem keilmuan kepolisian yang lebih kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan masa depan," ujar Dedy.
Ia menjelaskan, kunjungan ke UI menjadi langkah awal dalam membangun kesepahaman sekaligus menjembatani proses pembentukan APTKI bersama perguruan tinggi yang memiliki program kajian ilmu kepolisian.
Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Prof. Dr. Supriatna, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia berharap APTKI tidak hanya menjadi organisasi administratif, tetapi mampu berkembang menjadi pusat kolaborasi intelektual yang memperkuat jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, asosiasi tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk mengembangkan kurikulum, mendorong riset kolaboratif lintas kampus, meningkatkan publikasi ilmiah, memperluas pertukaran pengetahuan, memperkuat kapasitas akademik, hingga menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset bagi pengembangan kepolisian dan keamanan nasional.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Program Doktor Ilmu Kepolisian STIK-PTIK Polri, Komisaris Besar Polisi Dr. Benny Saragih. Ia menilai pembentukan APTKI akan semakin memperkuat posisi ilmu kepolisian sebagai disiplin ilmu strategis yang berkontribusi dalam menjawab dinamika keamanan abad ke-21.
Menurut Benny, transformasi kepolisian tidak cukup dilakukan melalui reformasi kelembagaan dan peningkatan kapasitas operasional, tetapi juga harus ditopang oleh penguatan riset, inovasi, pendidikan, dan kolaborasi antarperguruan tinggi.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menyamakan visi antara DIKPI, Universitas Indonesia, dan STIK-PTIK Polri mengenai pentingnya membangun ekosistem keilmuan kepolisian yang lebih kuat.
Melalui pembentukan APTKI, DIKPI berharap lahir komunitas akademik ilmu kepolisian yang inklusif, berdaya saing global, serta mampu melahirkan inovasi dan rekomendasi kebijakan yang mendukung transformasi kepolisian Indonesia menjadi institusi yang semakin profesional, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan.
• np

Posting Komentar